Tuesday, October 25, 2011

belajar

haiii blogwalking , hari ini mau belajar sedikit ahh tentang pelayanan jasa iklan ,kebetulan aku kerja di bidang seperti itu .(masih belum ngerti)
okaay , this is B;Integrated Brand Communications Services:
  • Brand Development (Pengembangan Merek)
Berikut ini adalah strategi pengembangan merek:

-          Line Extension / Perluasan Lini Produk

Strategi pengembangan merek ini menggunakan nama merek yang sudah dikenal oleh konsumen untuk memperkenalkan tambahan variasi seperti rasa baru, warna, ukuran kemasan, dsb pada suatu kategori produk dengan menggunakan nama merek yang sama.

Contoh:

Merek laptop Fujitsu meluncurkan koleksi Lifebook Series terbaru dengan varian lini produk antara lain S2110, C1320, dan P1510

-          Brand Extension / Perluasan Merek

Strategi pengembangan merek ini menggunakan nama merek  yang sudah dikenal oleh konsumen untuk meluncurkan produk baru atau produk modifikasi pada kategori produk yang baru.



Contoh:

Merek sabun mandi Lifebouy yang memperluas mereknya pada kategori produk shampo

-          Multibrand / Banyak Merek

Strategi pengembangan merek ini meluncurkan banyak merek pada satu macam kategori produk yang sama.

Contoh:

PT Unilever Indonesia Tbk memiliki tiga macam merek untuk kategori produk sabun mandi yaitu Lux, Lifebouy, dan Dove.

-          New Brand / Merek Baru

Strategi pengembangan merek ini menggunakan merek yang benar – benar baru untuk peluncuran produk baru perusahaan.

Contoh:

PT Coca – Cola Indonesia Tbk meluncurkan merek Freshtea untuk produk baru minuman produk perusahaan yaitu teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati.

Di dalam era hypercompetition ini perusahaan perlu cerdik dan jeli dalam melihat kondisi pasar dan juga kondisi lingkungan pemasaran di dalam kaitan apabila perusahaan hendak melakukan peluncuran produk baru.

            Strategi perluasan merek memudahkan produk baru untuk segera meraih pangsa pasar, tetapi yang harus diperhatikan bahwa tetap ada resiko karena produk tersebut masih terkait dengan persepsi konsumen akan citra merek induk. Banyak perdebatan yang muncul dari berbagai pihak dimana ada pihak – pihak yang setuju / pro tetapi tidak sedikit juga pihak – pihak yang kontra dan meremehkan penggunaan strategi ini.

Tidak ada peluncuran produk baru, baik dengan merek yang benar – benar baru ataupun dengan menggunakan strategi perluasan merek yang tanpa beresiko. Semuanya beresiko bahkan menurut Kotler professor pemasaran internasional dari Northwestern Kellogg Graduate School of Management di Chicago menyatakan bahwa 90% dari produk baru biasanya gagal di pasar. Disini peran manajer pemasaran sangatlah besar dalam mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mendukung sukses atau tidaknya suatu produk yang diluncurkan di pasar.
fportfolio.petra.ac.id/.../ ...




  • Brand Management ( Manajemen Merek)
           Manajemen merek (Inggris: brand management) adalah proses pengelolaan merek sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan ekuitas merek (brand equity) dalam jangka panjang. Manajemen juga dapat berarti bagian tertentu dalam perusahaan yang memiliki tanggung jawab diantaranya merancang identitas merek dan mengelolanya untuk mendapatkan efektivitas maksimal dan memastikan bahwa merek tidak terganggu oleh tindakan taktis pesaing.
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_merek



  • Brand Communication 

Elemen Dalam Proses Komunikasi

1.      Sender adalah pihak yang berperan di dalam menyampaikan pesan kepada pihak lain.

2.      Encoding adalah proses penyampaian pesan dalam bentuk – bentuk simbolis.

3.      Message adalah pesan yang hendak disampaikan atau dikirim.

4.      Media adalah saluran komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan.

5.      Decoding adalah proses dimana penerima pesan menerima dan mengintrepretasikan pesan yang diterima.

6.      Receiver adalah pihak yang berperan sebagai penerima pesan.

7.      Response adalah reaksi yang timbul dari pihak penerima pesan setelah menerima sebuah pesan.

8.      Feedback adalah bagian dari response pihak receiver yang disampaikan kepada sender.

9.      Noise adalah gangguan yang timbul dalam proses komunikasi.



LANGKAH – LANGKAH DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF

            Berikut ini adalah langkah – langkah yang dapat dilakukan oleh produsen atau pemasar di dalam menciptakan dan mengembangkan komunikasi efektif terhadap konsumen, yaitu (Kotler & Amstrong, 2005):

1.      Mengidentifikasi target audiens perusahaan.

Langkah awal yang perlu untuk dilakukan adalah mengidentifikasi siapa yang menjadi target audiens perusahaan. Target audiens perusahaan bisa merupakan calon konsumen potensial atau pelanggan perusahaan serta orang – orang yang berperan dalam memberikan pengaruh dan mempunyai otoritas dalam pengambilan keputusan pembelian.

2.      Menetapkan sasaran – sasaran komunikasi yang ingin dicapai.

Untuk dapat menetapkan sasaran komunikasi yang tepat maka pemasar harus memahami tahapan – tahapan normal yang dilalui oleh seorang konsumen sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Tahapan tersebut, terdiri dari enam tahap dikenal dengan istilah buyer readiness stage. Berikut tahapan dari buyer readiness stage, yaitu:

a.       Awareness adalah kesadaran konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu.

b.      Knowledge adalah pengetahuan konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu.

c.       Liking adalah perasaan suka konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu.

d.      Preference adalah preferensi konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu

e.       Conviction adalah keyakinan konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu.

f.        Purchase adalah pembelian konsumen atas sebuah produk atau merek tertentu.

Pemasar perlu untuk mengetahui posisi konsumen pada tahapan dalam buyer readiness stage sehingga dapat menetapkan sasaran komunikasi yang efektif.

3.      Mendesain pesan yang hendak dikomunikasikan.

Hal yang harus diperhatikan di dalam mendesain sebuah pesan yang akan dikomunikasikan adalah:

a.      Message Content

Isi dari sebuah pesan dibagi menjadi tiga jenis yaitu: rational appeals, emotional appeals, dan moral appeals. Rational appeals berarti isi pesan yang disampaikan berkaitan dengan apa yang menjadi minat dari target audiens. Emotional appeal berarti isi pesan yang disampaikan berkaitan dengan campuran emosi dari target audiens. Sedangkan moral appeals berarti isi pesan yang disampaikan berkaitan dengan nilai – nilai dari target audiens.

b.      Message Structure

Sebuah pesan yang akan disampaikan kepada target audiens memiliki tiga pilihan struktur pesan, yaitu:

-         Memberikan kesimpulan pada akhir pesan yang disampaikan atau memberikan kesempatan kepada target audiens untuk membuat kesimpulan sendiri.

-         Menempatkan pendapat yang kuat di awal pesan atau di akhir pesan.

-         Menampilkan hanya kelebihan sebuah produk atau selain menampilkan kelebihan produk dan juga menampilkan keterbatasan suatu produk.

c.       Message Format

Format sebuah pesan berhubungan dengan pembuatan dan pemakaian dari headline, coppy, ilustrasi, dan warna. Pemasar harus dapat mengkombinasikan dengan baik elemen – elemen yang dapat digunakan dalam menyusun sebuah format pesan yang baik untuk dapat menarik perhatian target audiens dan meningkatkan efektivitas sebuah pesan.

4.      Memilih media dalam komunikasi pesan.

Pemasar dapat memilih dua jenis dari saluran komunikasi yaitu komunikasi personal dan komunikasi non personal. Komunikasi personal melibatkan percakapan antara dua orang atau lebih bisa melalui tatap muka, telepon,  surat, dan internet. Sedangkan komunikasi non personal bisa dilakukan melalui media cetak (koran, majalah, brosur), media siaran (televisi, radio), media display (billboard, rambu, poster), dan media online (internet).

5.      Memilih sumber pesan

Sumber pesan adalah pihak yang dijadikan sumber di dalam penyampaian pesan. Kesalahan dalam pemilihan sumber pesan akan memberikan dampak atas hasil dari komunikasi pemasaran yang dilakukan. Pemasar dapat menggunakan opinion leader dan bahkan karakter film kartun untuk menjadi sumber pesan.

6.      Mengumpulkan respon balik dari target audiens.

Tahap akhir yang harus dilakukan pemasar adalah mengumpulkan respon balik dari target audiens atas kegiatan komunikasi yang telah dilakukan. Respon balik ini sangat penting sebab jika respon balik konsumen terhadap suatu komunikasi pemasaran negatif maka pemasar dapat dengan segera mengubah strategi program komunikasi produknya.

fportfolio.petra.ac.id/.../ ...



  • Internal Communication
Internal communications (IC) is the function responsible for effective communication among participants within an organization.

IC practice
Internal Communication has today become the core part of the Corporate Communication. Many a time the Human resource department are especially kept out of it as they are termed as the voice of the management and not the employees. Five general modes of IC practice are itemised below, ranked loosely according to their position along a spectrum from tactical to strategic activities.
1.Message distribution
2.Message design
3.Project communication
4.Business partnering
5.Strategic leadership
http://en.wikipedia.org/wiki/Internal_communications
  • Activation Marketing
  • Community Marketing
  • Interactive Marketing
  • Media Enhancer
  • Multimedia Production
segini dulu ya teman , aku masih mau belajar dulu dari yang lain :D



















No comments:

Post a Comment